Sebelum ada yang nantikan kita menunda mengakrabkan diri dengan hanya sunyi yang selalu saja tak memaksa kita untuk lebih kuat dari siapa kita
Jikalau angin benar terasa derasnya dan udara yang kuhirup terpental kesana kemari aku akan hanya menghambat kau yang siap dengan diam mu
Sebelum malam larut benar dan kita hanya punya setumpuk buku yang telah dibaca semua dan lagu yang telah bosan di putar berulang kali
Tapi jalan tak pernah sepi hanya ada perhentian dan disitu kita mencapai waktu dan telah jarang kita untuk berbalik jalan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar