Apabilakah kita temukan dalam senggama dalam ruang kata tinggal hanya lukisan tua bercabang dan mengendus bau debu dan menempel terus hingga kita menolak ramalan yang hanya akan memakan sisa pikir lagi pula pulang adalah tempat yang tak mengikat sebelum itu sampailah kepada arah dan hanya keseiringan yang tak jemu memandang dan meminta waktu itu
Manakala adanya waktu yang tak bisa kita temukan lubang yang mengikat antar kita
Sampai hingga kebatas penghabisan titik paling tuju dan kaitan tak berujung hingga jiwa kita sibukkan sampai kemana kaki memijak dan berhenti pertanyakan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar