Ia meminta segera saja kepada siapa yang berpapasan dengan nya
Apa ada hari barukah
Tetapi dengan semoga
Ia tetap bergelayut
Di akar pohon yang tumbuh di lereng
Semakin ia telah memaafkan yang teringat baginya cuma sedikit saja dari bekal yang ia makan
Sisanya ia berikan kepada yang lain bergiliran menanti dan tanpa kata berlalu melewati timbunan tanah yang terkumpul seperti tanggul
Malam jauh lagi tapi ia telah hafal jalan turun dari sini yang di keluhkan cumalah
Dan tak berapa lama ia berada dekat dalam antrian panjang dan hidup memang hanya akan menunda sebelum kalah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar