Senin, 03 Juni 2019

Meresahkan

Semenjak petir tak pandai membedakan kau dengan cerita tentang kau ia jadi lebih rajin menyisir sawah mencari lobang yang akan ditembakinya dalam keramat selama petir menginginkan korban setiap yang lewat tak punya gerak untuk mundur cuma sedang sial dan lagi petir yang meminta jatah makannya entah karena telah melakukan apa bagi dirinya karena hujanlah yang menumbuhkan bunga-bunga sedemikian hingga kelak ia merasa tak lagi dibutuhkan hingga jadi lebur dan sirna napasnya yang terburu-buru itu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar