Sampai jika hanya semburat dalam tanah yang bergerak ke timur namun mungkin hanya akan menjatuhkan bawaan
Petikkan gitar dan sebab
Dawai menjauh pada rabab menjawab
Dan ratap suara lembah mengisi menangisi nasib
Jauh dari kidung kita nyanyikan sebuah elegi panjang
Yang terasing dari hidup
Serupa sisa-sisa air di tampungan
Dan yang terlupakan kita pernah menyaksikan
Rombongan berjalan dari tenggara
Kemana saja
Tetapi ia masih ringan
Untuk melangkah dan kembali
Pertautkan yang jauh
Lebih ramai dari hajat
Serupa iman yang tergadai
Dan kelak kita menuai sampai-sampai tak ada yang tahu siapa menanam badai
Dan jika malam terlalu larut untuk berkelung kisah
Badan tak lagi jadi tanggungan
Tak ada yang pernah lupakan jalan pulang
Dimanapun angin menguasai selat ombak dijinakkannya
Tak ada yang boleh mendahului
Tidak ada komentar:
Posting Komentar