Sampai kau menghitung bintang hingga bahwa tak bakal ia sadari kau di puncak bukit itu tiada memberikan roti bagi jiwa yang telah tetap dan hanya akan ada sedikit tersisa kehampaan
Suatu saat ia menjadi jejak yang abadi yang hanya terbitkan nestapa dari balik tembok hatinya yang menggunung selain itu ia bakal memberi salam seakan esok tak pernah tahu kemana kaki dilangkahkan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar