Diantara rintik lenyap
Mata pukau
Sambangi setiap getar
Nanah dalam hingar
Dan yang tahu musim menjaring yang terjerat
Tak putus di sunyi malam
Kotbah khatib direkatkan pada serpihan tak menunda waktu itu
Sedang di padang bulan Arai menatap lagu kepada masa mudanya
Dan Ikal kemana laut ia seberangi
Melandai antara benua tak ada yang mengenalkan tabiat
Pada lelaki zenit dan nadir
Usang kisah melayu perantauan
Melanglang menjangkau pulau
Setiap riak di serakkan padanya
Aku kembali bumi yang permai
Tak ada batas antara jaga dan lelap waktu itu
Kupikir A ling tak usah mengenangku pada irama mendayu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar