Dan ia bertempur seperti serdadu semut
Merangkaki lantai dengan bayangan sebagai lawannya
Kelak yang ada hanyalah
Serupa iman yang kelak
Semula adalah kecewa yang sampai batasnya
Pilu itu bercampur dengan dustanya
Ia mengais dan memang begitulah cerita tentang musuh-musuh yang telah ia kalahkan
Jika memang yang tahu dan telah ia sanggah
Jika saja kepulan tak pernah hilang
Dan apapun tak lagi punya harga
Dimana letak istimewanya
Setiap yang diketahui sebelum itu tertutup bersama doa
Membatu adalah rasa takut itu
Mengalahkan cemas dengan serpihan-serpihan puisi
Yang mana ia bergerak sampai batas usia
Kemelut yang terus membuatnya menjadi semakin ingin ketahui batasan dalam hal apasaja
Setelah ini
Tidak ada komentar:
Posting Komentar