Dimana jatuh ia lekas untuk kembali bangkit teringat hanya ia sendiri yang punyai tangan yang telah sampai kepada tongkat yang kini erat digenggamnya
Suatu ketika himpunan lukisan itu meliriknya dan seperti berbisik ia yang temui malam dan tak pernah habis sampai semua hidangan dimeja kandas dan rasa lapar itu tak lagi mengganggunya
Diterimanya rasa sakit itu yang lama tertahan sebelum jam dinding berdetak kembali di angka yang sama saat itu ia hanya mengingat seekor anak kucing yang dikuburnya di belakang rumah dibawah batang pisang dan karena itu pula ia tak ingin cerita ini berakhir sebelum sampai pada tangan yang dingin dan kasar itu merenggutnya dari tubuh yang ia rawat sedari kecil
Sejenak ia membatu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar