Rabu, 05 Juni 2019

Tarung

Di serambi seorang yang melintasi separuh jalan untuk itu ia tak perlu di ingat karena hanya melewati jalan yang kemudian kita persilahkan saja tambah hari semakin ia akan kita kenangkan dengannya atau bahkan serupa kisah-kisah lama penggembala yang haus di padang yang berkurang rerumputan

Setelahnya di sungai telah penuh oleh bayangan yang ia kan sambut air memecah keruas terbagi oleh batu yang membenam hanya akan melibas dan menentramkan

Di padang lain matahari sebentar lagi terbenam hanya ada kiasan sebelum malam sekedar susu hangat dan tawa renyah dari kita

Sebuah lentera ditinggal diperbukitan dibiarkan menyala menanti seseorang yang bakal setia sama dengan menembakkan selonsong kedalam kepala

Lalu pecahlah arti bukti bahwa kita tak mudah untuk percaya lain kali sorotan pada celah diantara gua itu menjelma ular yang tak henti membilang seorang akan lebih punya hati untuk berjuang di lembah yang tuhan disamakan dengan suara sebelum fajar tiba dan menyingsingkan kemana arah pada padang dan bulan waktu itu lagi tak bersemangat sehangat kertap pada sayap burung elang yang lapar dan memilih untuk mati besok daripada hari ini

Siang ini kafilah menjumpai peternak domba dan tak tanyakan tentang harga yang terbanderol hanya sesaat sebelum hujan yang lama sepanjang tahun ini terakhir sebuah bukit tandus disulapnya menjadi oase lekaslah berlalu orang piutang yang cuma mendengar jerit diantara irama dan dendangan lekaslah berpamitan kepada ibu dan bapakmu yang besarkan kau tak melebihi dengan sayup getir lolongan serigala yang berumah di balik bukit tinggi menghadap ke selatan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar