Meletakkan di ambang batas dan meraih ketika itu gelap yang sembunyi-sembunyi menegurmu tidakkah sebelum ini kita telah jelas di bentangkan dengan hari yang panjang tiada jemu didalamnya
Menemui aral dan penghalang ini milik rindu yang tak putus-putusnya kau hapalkan dibaliknya semburat jingga yang membentang panjang ke kaki bukit ia berpindah dan melemparkan biji yang lambat kita tangkap sebagai barisan doa yang di panjatkan
Ataukah hanya kemudian menerima ayat yang masih tertatih diantara riuh seketika itu
Mimpimu adalah keyakinan yang menjulang meriap dikala gemanya terpantul suatu saat ketika kita enggani mencukupkan setiap yang kita punya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar