Seperempat abad yang lalu pelabuhan ini masih terisi oleh kapal yang berlayar ke utara dan mualimnya kekar berjenggot dengan tubuh gelap terbakar
Boleh saja aku tak ikut kali ini berlayar adalah hal yang jauh dari pikiranku
Matahari tegak namun tetap saja bergegas mengumpulkan bekal untuk hari jauh dan kita tak diberi pilihan selain hanya bersiap diri
Ibuku telah miliki putra lain dari suami yang bukan ayahku
Tak masalah jika hanya berbagi sudut didalam rumah
Sebelum nanti menua dan darah tak lagi mencar seperti dulu ia hanya ingin habiskan malam dengan bermandi cahaya rembulan bersama buku yang tak selesai di bacanya dan sajak rumpang
Hari esok adalah masa yang tak pernah dinantikan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar