Namun di rimba tiada bertepi kau menyesatkan barangkali rindunya serupa fajar menjelma bayanganmu padahal siang ini kau lagi tak berharap lakukan banyak hal
Sekali ini ia menghadap kepadaku dan beri kabar tiada lagi ampun yang kau cari di negeri batu terbelah lumut kau pijak
Sementara gelombang memecah karang dan semburat garis di langit memuai oleh cerita orang-orangnya
Sedemikian kita tengadah tak ada satupun yang berkurang lalu kemarin kau masih ingin pertanyakan kembali apa yang mesti kita perbuat
Sebabnya angan mu dalam dan daripadanya kau gambarkan keletihan yang kau tanggung seorang sama dengan sedikit keributan yang kita pancing dengan puisi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar