Tak sanggup kau menyangkal bibirmu layu
Hiasan kian kusut dan kau sempatkan mengaduh pada langkah yang tak mesti itu
Mungkin sebab dibiarkannya kata-katamu menjelma api dan menelan sisa-sisa yang kau tahan sendiri
Tak perhatikan raihan kau cela apa yang bukan ada di pikiranmu dan semua kembali pada akhirnya
Ketempat kau bersanding dengan gemertak dan kerusuhan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar