Sekenanya ia jawab
Dan ketika itu
Mujur saja
Manakah letak
Besar antara
Dialog yang terisi penuh
Di sisi kiri dan kanan
Jalan yang terpampang atau langit turunkan tuahnya
Bumi masih miliki
Kendala yang dikekang atau dikenal layaknya
Mata pisau itu berkerlip ke arahku
Lajunya tak kutahankan jua
Ia mengira saja
Lantas darah terpercik kedinding
Dan tertinggal bercaknya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar