Jumat, 07 Juni 2019

Kotaku yang kian angkuh

Sampai muasal dari suaranya tak juga sekarang mampu menyentuh balok es akan mencair dan di ruangan udara basah kian hari terasa hanya seperti tumpukan koran lama bebas dari tanggal setiap harinya terlukis dengan peristiwa
Mata bisa saja basah dan ada yang singkirkan gerobak dari trotoar
Suara pedagang oleh rasa takut menahan dari rintih memar kota
Gambar-gambar usang merekah luka di tembok gang tak dilewati tempat anjing kawin
Setiap tubuh diperiksa tak dapati ada yang mekar atau tumbuh
Ronanya serupa purnama yang jatuh saat sebelum upacara
Dan kawan tertinggal letih berlari mengejar kereta sebelum tiba hari keberangkatan
Semua bisu dan di khayalkan
Di pantai berpantang surut berahi ditimbuni tangga-tangga tak di langkahi
Petir merusuh membasuh buminya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar