Selamanya akan ada yang menahan dan terus senantiasa seperti hujan turun jatuh ke bumi basah
Tak pernah ia lebih dari pesan yang disampaikan lebih dulu
Paginya ia berkelung resah dan terbit pula kehendak dari yang ia jalani jalan panjang yang telah di hafalnya dalam igauan dalam ketiada berdayaan selain untuk menyeka apa dosa yang di kerjakan
Sekali pernah ia menjauhi biara terlebih untuk mengerti pun yang di ingatnya hanyalah kesempatan untuk menjaga kulitnya agar terus merasa dingin atau panas
Tidak ada komentar:
Posting Komentar