Ia yang pisahkan
Setiap saat bergulir sebagai beludru yang menyatu atau bakal kembalikah lagi di masa yang akan datang
Malah hanya mencoba ringankan segala rupa yang dirias dalam kiasan kembalikah ia
Akan kembali sebagai keramahan yang pergi untuk tiada utuh masih miliknya
Perahan kata yang kita unggun di malam hanya awan hitam menolak masuk lebih jauh lagi
Kata dibiarkan kembali kepada arah datangnya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar