Diam bukan bahasa yang kau gemakan hanya suara-suara dan pelan menetap menyanggupkan dawai nya yang kerontang dan melebur bersama kiasan lama tetapi tertahan adakah hari baik di masa depan
Di segara dan bunyi kita pula tak mesti untuk ribut dan menyanyi pelan yang hanya akan sampaikan peristiwa yang terulang lagi kental dalam naungan yang hangat kawan ku tak inginkan pergi meskipun jalan telah terang dan hari telah naik meninggi
Sepagi buta ada yang mabuk melintas sendiri dibopoh dan rumah yang janggal baginya ada apa dengan kesekian kelahiran kematian sebelum menjelma hujan langit-langit pada gulita atau cempaka
Merah saga bola matamu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar