Kutemui pertapa itu yang dalam tak punya mimbar
Apa saja kita torehkan
Dan kita balut
Seperti pagi lainnya
Ia pergi tak kukira kan kemana
Dan yang terbatuk padahal siang ini tak panjang hanya saja kita tak sempat berkilah
Menumpang kelakar
Ajal yang bertandang
Tidak ada komentar:
Posting Komentar