Di buritan dan yang diam tak ada
Selagi angin berbisik pelan
Ia hiraukan
Mana kearah dusta lebih lagi
Pelihara luka ini
Samakan dengan ratapan sebelum pagi
Subuh masih boleh
Sebelum berangkat
Kita kaisi makna diantara usaha kejepit
Diri menarik dan yang ada
Hidup baru dimulai setelah
Batu dilempar tak kembali
Atau suara yang beku lalu linu
Perihal apasaja kita tak sarankan
Selain pulang
Menuju sebuah rumah
Yang dekat dan terisi penuh dengan
Dan yang membalik
Atau
Tak lagi menjanjikan
Ia kutepuk pelan
Ibu tadi orang sayur mencari kau
Semalam kulewati lagi dan akan
Namun masih juga
Awan meninggalkan dan tak akan mau berpulang
Kuderetkan ia di kursi panjang
Tubuhnya yang tak sadar
Adalah rupa-rupa air yang mengalir di sela jemarinya itu
Atau mungkin kita mengarah kepantai
Di muara sepasang camar bertengkar
Kelahi tak merasuk ke tangkaimu
Yang hitam dan jelaga karib
Malin pulanglah malin
Tidak ada komentar:
Posting Komentar