Masih teringat wajah lentur dan senyum tertahan milikmu Sarah
Wanita yang kini bersanding di ingatanku
Tik tok jam dinding hanya mengantar ke lamunan lain
Apabila yang terucap tidak dapat dimiliki sebagai kata
Namun durganya yang mereka himbaukan masing-masing sebelum jatuh dan lalu rubuh
Maka kemanakah kini lagi derap langkah menyisir pasir pantai jauh dan dalam
Asia kecil menagih lagi mimpi itu
Penuh luka dan cara kita menghuninya kali terakhir yaitu tidak genapkan setiap peristiwa
Aku padamu juga mestinya dinda
Tidak ada komentar:
Posting Komentar