Membunyikan awan kita sembunyi dibalik lirik yang lirih empedu pecah dan pahit menjauh kau sepi
Dan dunia kelabu digapai mengapa memang sempurna hanya punya ketam yang bersarang dipinggir sungai rasa hanya milik burung yang terbang bebas menukik di langit itu
Sampai kita yang tak tahu
Atau hanya akan membalik sebentar ia seka dalam pahit itu
Serupa amygdala
Dan cacian itu menjelma naga-naga kuno semburkan api dengan nafasnya dan lirikan tajam itu berubah cakar yang mencengkeram jasad seorang pejuang
Tidak ada komentar:
Posting Komentar