Menjelang kita temui
Bukan sorak di ujung
Sebelum taman berakhir sebuah lagu dari yang ingin kau kenal nanti dan hanya ia tak mungkin akan gunakan lagi ataukah misal saja dengan rupanya kita piara rasa kagum kepada yang memberi kau bukan dan hanya dengannya
Teriakkan saja lagi tak punya arti
Dari balik gua di hira
Sebutir nasi jatuh jadi lenyah kau melangkah
Kemudian sisipkan kepada
Dan malin kundang kemana kau arak awan dan langkah ketika tambatkan hatimu tak kau raih kembali petang
Semoga dengungnya hiraukan satu yang kita tuju yaitu pulang
Apa pernah mendengar risau di puncak bukit itu
Seperti golgota bukan
Kita hanya peziarah yang tak inginkan seorang lagi mati karena kita
Dan lakunya tinggalkan kuncup yang nanti menguning masak
Kau tak hiraukan sebab hanya pematang yang patah oleh pandang siti rubiah melantunkan dendang ketika pagi belum lagi menyentuh lembah dan hanya siulan bangau yang menumpang di petakan sawah
Sampai juga ia kepada hilir tempat yang berjuang gantungkan dan akan mengabaikan terus
Serupa dosa pertama itu saat kau tinggalkan kampung dan biarkan namamu tergantung
Tidak ada komentar:
Posting Komentar