Semilir angin
Aku menunggui bukit
Untuk basah
Lain kota aku terkenang jalan yang penuh
Dan riuh
Dan dalam berapa petang
Aku dapati
Teras telah rapih kembali
Pagi ini kelabu di pucuk bukit tadi
Kemaren aku berada di sana
Diantara mendung
Atau langkah kaki
Diantara penat
Mengantar pulang
Dan menolak untuk berangkat lebih cepat
Sebab semua yang kita miliki telah pernah di coba oleh orang lain
Yang tak meminta izin
Dan untuk itu kita belajar untuk tak marah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar