Jumat, 12 April 2019

Puncak ke altar

Apakah burung berkenan jika horison kujadikan lambung bagi khayalan

Menyingkir lagi dari kekaguman
Dan berahi pagi ini

Siang begitu menyilaukan mata
Yang sembab sebab habis karena sesal

O angin yang bertiup dari benua
Yang kering
Memisahkan gagu dari igauan

Lembah penuh tanya
Semusim semua berkumpul
Berlindung dari petaka

Lalu di manakah altar tempat obornya kunyalakan

Jauh diatas tebing
Kita merayap dahulu sampai ke bukit bernama nelangsa

O lautan dangkal benamkan muram pada cucu mu yang kelak menikam pahit kerak sembilu
Yang tujahnya berkilat selebar curam dasar jurang
Disana berkepit angsa betina mati rebah beserta pejantannya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar