Dialah resah
Dan kukira senyum yang terbit seakan dasar sukma menggamit
Melebur dalam derap yang ku atur
Menjumpai sunyi yang dijual menumpuk
Di ujung lorong kesembilan
Dia menunggu seperti batu dan mengajak kau untuk terbang
Lompati jurang yang kau pilih sendiri
Sesampai ujung selanjutnya
Kau di sebut telah tiada
Dan kau berjuang untuk menyeru dalam badai yang datang
Sembari tertatih bilakan kau teringat tentang debur ombak menyatu dalam
Pilu ratap kekasihmu
Dan kau sebut ia kenangan
Yang terbirit dalam pitam sebuah khayalan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar