Senin, 22 April 2019

Potongan

Seorang wanita yang di cari
Sembunyi dari bayangan nya sendiri
Ia menyangka bahwa bulan memberitahu keberadaannya

Seorang bocah yang dituduh sekarang sedang menangis
Ia mengadu kepada tembok yang ia anggap sebagai lawan yang menghargainya

Kesana perginya angin itu
Yang menanyakan dan menungguimu menjawab
Yang padahal kau tak miliki perkiraan terhadap apa yang mungkin akan kau alami

Setiap pagi ia berjalan menyusuri ke arah warung tempatnya akan menyerahkan diri
Dari dosa

Di belakang rumah terdengar kaca pecah
Menjadi kepingan
Kami tutup mata dan diam
Semua menahan kata
Di balik balik jeruji berlumuran amarah
Kita menduga mereka tak pernah merasa melakukannya

Rabu minggu ini ada kelas
Kau sering tak hadir
Jadinya kami membiarkan bangku kosong tak diduduki
Sengaja
Agar kau tak menyesal kami kenal
Agar kami utuh dalam ingatanmu

Tak pernah ada hari baik untuk merasa saling memiliki
Aku akan membunuhmu dipikiranku terlebih dahulu
Setelah itu kau akan hidup selamanya sebagai kenangan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar