Di dusun yang panjang
Setiap manusia saling menyahut
Aku
Di lembah yang di penuhi bunga bunga tiarap
Kala musim yang mekar dengan bau lumpur dan potongan rumput
Di antara lengkingan kerbau di sawah yang terisi sebagian mengairi
Bocah bocah bertualang dalam masa singkat jeda libur sekolah
Sekarang masih dapat bermain di pangkuan ibu
Sekarang masih dapat berlarian di pandangan setiap ayah
Berpuas diri dalam masa langit yang di penuhi layangan
Atau sisa nya menemukan jalan pulang kembali kerumah
Dan ada pemisah antara kata
Permainan yang bukan lagi
Hirau kan saja kepandirian mengelak setiap kau lewati depan rumahnya
Adalah siul burung kecil yang membangunkan dari mimpi buruk mu semalam tentang gunung yang meletus
Dan banjir yang meluap luap
Rumah mu kami jagai dari atas sini
Seperti ketela yang di tanam di parit belakang rumah sampai kita teringat dengan betapa susah melaluinya
Dan kita di beri kesempatan menjadi sesuatu yang tak pernah kita ingini
Untuk ikut membangunkan seperti burung kecil yang mengudara setiap hari
Harus mesti begitu
Siang yang terik
Tenang nanti malam masih banyak mimpi yang kau petik
Sebab hujan selalu saja basah
Dan kata kata bermain di antara bunyi nya
Begitu kau menunggui dirimu yang dulu
Kau terlalu sering melewati jalan ini
Hingga membekas dalam hatimu
Wajah wajah yang benar ingin kau lupakan
Seperti batu yang tertanam di taman depan rumah
Sudah begitu saja
Hari akan tetap berlalu dan suatu saat akan menemui mu sebagai kawan di masa kecil
Yang suka kau tentang habis habis an
Kau lupa untuk terluka butuh tidur yang cukup untuk memulihkan nya
Di lain simpang kau kenali wajah adik mu sendiri
Meranggas minta di tebang
Kita pulang sebagai karib yang telah pernah berjuang untuk menjadi diri masing masing
Dan dengan demikian kita tak akan pernah merasa kalah
Sebab mengalah terlalu mahal dengan sandiwara yang sedang terjadi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar