Belum sempurna rukukku ia terhiba oleh ringkikkan yang datang melebur dari sukmanya
Datangnya terkira sebagai angin yang berhembus datar di april yang selalu saja pengap
Sebab dari sekian pesan yang sampai ia di lukis sebagai mesra
Ia tertawan sebagai waktu yang di curi dari kekasih
Dan mimpi yang kerap berdesir halus menemaninya membalut pedih
Tabik,
Tunas muda telah di sabit dan diceraikan dari akarnya
Kelak dimanapun bernaung temuilah dirinya sebagai lelaki
Tidak ada komentar:
Posting Komentar