Minggu, 28 April 2019

Jalan milik bersama

Seperti minggu lalu di depan rumah lewat orang akan pergi beribadah
Ayahku sedang duduk dan membaca koran sedangkan ibu menyapu teras halaman yang penuh oleh tanaman hiasan yang di peliharanya

Sepertinya orang itu telah mengenal wajah ayah dan ibu ku mereka berbalas senyum selalu setiap minggu melewati jalan depan rumah kami

Aku akan pergi ke pasar atau tak akan pergi kepasar jika tak sampai kerumah mereka terlebih dahulu
Ada udara dan cuaca
Sambil menunggu di sini kami berbincang tentang pohon tua yang telah di tebang untuk di bangun jembatan baru dengan begitu beliau tak perlu memutar melalui rumah kami setiap hari minggu

Tapi meskipun begitu angin tetap berlalu sebelum hujan sampai di beranda
Perlahan jelaslah maksud aku di bangunkan sepagi ini biar lekas sampai di pasar dan tak perlu ikut menunggu antrian yang memanjang

Harga naik dan sebentar lagi puasa
Segalanya mahal
Aku bertemu ibu itu yang biasanya mematung terlebih jikalau kau berjalan menghadapinya maka tampak lah yang ia sembunyikan dari parasnya yang pasrah itu

Berkala semenjak kecelakaan ia sering kerumah sakit
Ada bekas luka di dahinya
Dan menambah gurat rasa sakit yang di tahannya
Ibu itu telah ku kenal sebagai tetangga kami
Meskipun ia akan jarang sekali melewati jalan di depan rumah keluarga kami

Tidak ada komentar:

Posting Komentar