Di depan angsa mengumpul
Lepas dari sarang mereka mengisi jalan sempit
Bermain genangan
Di lebat rimba selalu hadir bayangan yang tak di sangka saja
Ia permisi sebentar
Ke arah piket kelas yang menjaga
Keluar bermandikan cahaya mentari
Yang panas menggigit
Di dalam sebagian bersuara tentang hari baik
Seperti pengalaman pahit semua akan di lewati saja
Jauh dari api unggun
Sisa sisa bara kemaren dipadamkan
Dan dari arah angin datang
Mereka menyulam jalan kecil
Keluar dari kesibukan masing masing
Masih kah ada kita temui ajal
Masih kah ada kita jumpai kelahiran
Dalam sebentar purnama bulan
Kita tak dapat mengira
Dengan perasaan damai mereka coba rebah
Dan tinggalkan segala yang baru saja mereka dapat
Dalam berapa usaha
Sia sia
Tidak ada komentar:
Posting Komentar