Sabtu, 13 April 2019

Pematang

Siasat terbentur pada tiang tiang pembatas
Tanaman yang berkelit
Menjangkau jangkau cahaya

Kilau pertama pagi jatuh seperti mantra
Menjalankan kerja yang separuh tertinggal

Kemudinya berbelok sampai pada tanjakan jauh tak tampak lagi punggung nya

Rebah ditengah sisa panenan padi menghalau ternak untuk tak tersesat kembali ke kandang

Rumah yang dahulu tak berhuni kini telah tersentuh jalanan dan ramai oleh muda mudi

Kelana
Waktu sempat menjawab sebelum cahaya redup

Dan kita kembali bersuara

Tidak ada komentar:

Posting Komentar