Siasat terbentur pada tiang tiang pembatas
Tanaman yang berkelit
Menjangkau jangkau cahaya
Kilau pertama pagi jatuh seperti mantra
Menjalankan kerja yang separuh tertinggal
Kemudinya berbelok sampai pada tanjakan jauh tak tampak lagi punggung nya
Rebah ditengah sisa panenan padi menghalau ternak untuk tak tersesat kembali ke kandang
Rumah yang dahulu tak berhuni kini telah tersentuh jalanan dan ramai oleh muda mudi
Kelana
Waktu sempat menjawab sebelum cahaya redup
Dan kita kembali bersuara
Tidak ada komentar:
Posting Komentar