Terus naik ke punggung bukit
Di ladang kentang kau tenun
Dan terbangun lebih baik untuk menemui pagi
Dari sini kau merentang jarak sejauh tuju mu
Bahwa kelak
Juga akan sampai musim penghujan itu
Dan siaran perihal musik bagus yang kau pilihkan sebagai teman tidur malam nanti
Dalam pandang mu yang sebuah saja
Kau selalu salah mengira peta
Dan sejenak merayu tubuh
Untuk kembali berpatut pada cermin
Di hutan pada akar yang timbul keluar
Pada gores yang tertinggal
Kau biarkan dirimu dibawa ke ruang yang tak ada dalam cerita dahulu
Kau sekarat
Tetapi dalam sekeliling awan yang nampak dari puncak
Kau memilih tak melibatkan hati untuk melihat
Yang telah lemah
Agar kau masih dapat mengingat
Serunya satu persatu
Dan kau akan memihak kepada nya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar