Kamis, 04 April 2019

Suatu siang di pasar lengang

Perlahan dengan kabut ia ikut menyisir pagi
Sejauh

Ia minta didoakan saja
Tak kurang

Sekali di hilir angin sampai menuju pundak nya
Ragu di sapa nya bayangan itu

Masih di ingat nya letak batu penanda tempatnya mengubur benda miliknya
Yang tak di sukai

Kemanakah kucing kecil yang ku pelihara dahulu
Besok hari dia tak kembali

Lekas seperti bapak
Ia beranjak tak pulang rasanya dingin sekali malam itu
Ia tak apa

Di curinya cahaya yang tersimpan milik seorang yang bersebelahan dengannya
Ia minta di lupakan saja
Atau dikubur dalam ingatan
Sementara
Karena selamanya butuh berlari atau tidak sama sekali
Mengejar bayang bayang
Begitu orang kampungnya menamakan
Ia tak lebih dari si bisu yang berteriak dalam medan perang
Ia pandai untuk menyimpan pedang
Dan pulang sebagai yang telah mengalah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar