Minggu, 21 April 2019

Sentosa

Seorang telah memberinya luka
Sepadan dengan segenap usaha yang dilakukan untuk naik dan pergi meninggalkan

Dalam lukisan itu ia hadir pula
Sebagai awan yang putih dan menjunjung

Lalu kemana terbang
Sebuah ucapan yang ditunggu dari bibir yang ungu

Sampai jumpa katanya

Bagi ku lebih dari luka
Dan memang kita di latih tanpa pamrih untuk tak tega

Serupa kumpulan tumbuhan semak
Begitu selalu hadir dan akan di cabuti juga

Sekarang tinggalah ia dan malam

Ia mendongak ke langit dan menatap gemintang

Sentosa

Tidak ada komentar:

Posting Komentar