Kemari kah kau kembali pada tunas yang bergayut
Dan ditunggui berbuah
Satu persatu temanmu sudah mulai berumah ditepi kanal selebar jalan
Atau kau kah itu yang memilih menetap
Dan bersedia di lempari dari biji sehabis di kelupas
Bagi kami akan sama saja dan kelak semua nya akan berlindung tetap kepada beringin tua yang bergelantungan akar padanya
Terukir sepasang nama yang disingkat
Terlalu malu untuk saling mencintai
Atau di masa depan kau temui serupa pintu pada hari ini
Dan semua telak
Kau merasa sengaja di pisahkan dari jalan besar
Sebab mendung hari ini menutupi kesedihanmu
Yang berpangkal kepada kehilangan
Atas tubuh yang ingin kau miliki
Sebagai tempat menambatkan hati
Dan semua telah lewat telah berlalu
Temuilah dirimu yang membisu
Dibalik tembok almamater mu
Dimana saja tempat mu dahulu mencoba menyalakan bara
Yang tersisa adalah kepura puraan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar