Menderu ngalir nya air
Menuju muara tempat ikanan berpisah dari tawar ke asin
Tempat sampah tersangkut
Jembatan menyatukan yang di bagi alam
Tanahnya tempat cerita di mulai
Dan ada bekas bekas perkelahian
Di bukit rendah itu dahulu kita memimpin antara siang
Melibas belukar dan sampai di atapnya
Melihat pematang diratakan dengan kota
Demikian kau melempar batu
Sejauh
Menyalak ketika kau lompati
Teruslah begitu
Nyaman nya hanya ada ketika hujan reda dan permainan kita kemasi
Lalu bertentu tuju
Selamat di hari lain lagi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar