Senin, 08 April 2019

Geram

Seingatku tak ada kata yang mewakili diamnya elang pada puncak pohon yang menjulang
Angkasa juga ranahnya
Atau curiga yang bergeser bersama dengan irama ciptaannya

Berderit menguak tanya yang sekelebat hadirnya
Di palung bisu kau menduga
Tak ada lebih nya maka cakrawala kau lukis

Kilau selubungi citra dan hilang sirna lah sekejap mata

Kelam mengungkap siapa yang memulai
Meredam gerak waktu yang kau bagi dengan duka mu

Kau artikan sendiri sebagai bayang yang terbit 
Maka kau bangkitkan seruan dalam peristiwa yang beranjak
Yang mengajak

Dan dengan itu kau kirim kemarau sebagai ganti bualan yang kauharap habis dalam jatuhan pasir
Menggema dalam ruang rindumu



Tidak ada komentar:

Posting Komentar