Seingatku tak ada kata yang mewakili diamnya elang pada puncak pohon yang menjulang
Angkasa juga ranahnya
Atau curiga yang bergeser bersama dengan irama ciptaannya
Berderit menguak tanya yang sekelebat hadirnya
Di palung bisu kau menduga
Tak ada lebih nya maka cakrawala kau lukis
Kilau selubungi citra dan hilang sirna lah sekejap mata
Kelam mengungkap siapa yang memulai
Meredam gerak waktu yang kau bagi dengan duka mu
Kau artikan sendiri sebagai bayang yang terbit
Maka kau bangkitkan seruan dalam peristiwa yang beranjak
Yang mengajak
Dan dengan itu kau kirim kemarau sebagai ganti bualan yang kauharap habis dalam jatuhan pasir
Menggema dalam ruang rindumu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar