Siapapun nanti dapat memilah sayuran yang telah digarami
Tak sia sia
Menemukan sabit ia menebas sisa-sisa ilalang
Ia menggores nama
Tak boleh lupa tentang asin keringat
Atau pekat liur
Sebatas gurau
Daun kering alaskan langkah
Tapi siapa yang bercerita tentang malam yang habis di seduh pengelana
Rindu ini miliknya
Ia menggelar sekarat
Ia melayat pada derita yang muncul di bilik
Melalui celah sukar di kenalinya wajah pongah itu
Ia menempik gambar neraka
Dengan segera ia berlari menuju dermaga
Membasuh diri dan luka
Tidak ada komentar:
Posting Komentar