Minggu, 28 April 2019

Hidup adalah kutukan terbaik yang dipersembahkan

Jalanan kepada pulang atau pelan melaju basuhlah peluh
Kuseka oleh jemari mu
Malam milik seorang yang semenjak pagi jatuh
Belajar mengendarai sepeda tanpa bantuan roda lain

Bicara itu bentuk sopan santun yang telah lama ada
Dan diam tak lain adalah kurang ajar yang tak diajarkan

Tetapi rindu mu yang dulu tak minta kau untuk mematutkan diri yang padahal telah memilih mu sebagai yang sanggup mengemban
Setelah kau menyerah pada kesepian yang tak mudah untuk diakrabi

Kemarilah jika memang punya tujuan yang kau miliki sebagai busur agar waktu bisa kita atur

Dan perlahan kau sadari memang yang pertama tak mudah tertanggalkan selain wasiat yang kau jaga
Dan kau pilih untuk mengenang mereka dalam mesra

Pergilah ke sudut dari stadion jika kau memang tak punya pekerjaan lagi
Menunggu memang membosankan seperti menghitung kendaraan yang lewat atau menghafalkan wajah dalam sebuah universitas

Musim hujan tak pernah berkabar dalam seruan yang di sebarkan
Zarathustra bahkan mengutukinya

Selamat menjalani hidup

Tidak ada komentar:

Posting Komentar