Senin, 29 April 2019

Penat ibu kota

Telah sampaikah giliranku?
'Tuk mulai kembali dan yang sedang terjadi kini mendadak terhenti oleh geraman kata

Sebab jika kau menatap kejauhan maka yang nampak olehmu adalah gedung-gedung yang di acak
Seorang merayakan hari ulang tahunnya sendirian saja
Nanti masihkah akan kita temui jerat itu yang menghantui masa muda

Tetapi kita dipisahkan
Kemanakah pagi
Terbitnya mentari hari ini?

Kawan tidakkah terdengar bagi mu
Sirene meraungkan pekak dari ambulan
Kita masih di beri waktu untuk sanggup bernafas dengan benar

Kali terakhir seorang sedang mengukur makam dengan meteran yang tak lengkap
Aku lewat
Mungkin tak akan ada lagi kesunyian
Yang tengadahkan beserta bapak ibu kalian

Tidak ada komentar:

Posting Komentar