Sepekan berlalu saja
Dalamnya siapa sangka
Telah ada
Nubuat Nuh di parit kesekian susut nya
Telah sampai sepasang lagi tuan
Yang papa dan fana
Dalam rentang sekian
Ia mencabik dada nya
Marut yang dulu di gembar gemborkan
Dari kasih kembali ke kasih
Bunda biarlah kami telentang
Jadi alas jaman sekarang
Dan cinta nya abadi
Menetes umpama keringat kuli
Kemana bertandang
Zirahnya terpasang
Ia ringan untuk terkenang
Likat kau lupakan
Tenunnya majal dalam kepit rindu temaram bulan penuh
Ia milikmu
Selamat lah sepasang lagi tuan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar