Menamainya sebagai yang dulu pernah dekat
Dalam keping suasana ia pernah di kenal atau kerap kali menyingkir
Rapat seolah guruh butir pasir yang bergeser sebab di pijak
Biarkan sekali ini ia menyangkal
Seolah di bauinya getar jiwa yang tertahan
Ia memanggil serupa angsa yang di usir pemiliknya
Tak lama setelah menyulap tangkai bunga menjadi wajah wanita yang mengundangnya masuk kedalam parit yang beralamat celaka itu
Ia memilihkan pusaranya sendiri
Tak ingin di kenang
selamat jalan lirih nya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar