Rabu, 10 April 2019

Siluet

Keras di langit menerjang
Tadi sehabis meraih beberapa batang pikiran yang ia simpan yang ia sisipkan

Lantang serupa ombak
Ia menepi sekali ini
Dimanapun bersembunyi
Ia selalu memilih berada di antara terang atau gelap

Yang mungkin tak seorangpun dapat menggodanya
Atau dengan begitu ia jadi merasa lebih dekat dengan dirinya sendiri
Yang menyalakan cahaya

Ditutupinya tirai pada jendela yang terbuka
Semenjak tadi memunculkan bayangan
Dari luar tampak sinar atau lirih suaranya
Ia yang gampang dilupakan

Menarik narik ranting pohon
Yang lembab dan daun daunnya berganti warna kemuning
Seperti tempat yang di lewatinya atau dilalui saja karena terburu buru
Yang beberapa tahun kemudian tidak akan pernah sama
Sebagian yang dikenalnya tak sanggup menunda ajal
Atau sebagian yang lain telah menjadi bagian dari yang lain pula
Ataupun telah menjelma makhluk kecil yang di cintainya

Ia memilih menjadi siluet pada tebing di lereng bukit
Agar kekal dan dilupakan keberadaannya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar