Kamis, 18 April 2019

Sendirian

Harunya biru seputih asap terbit dari unggunan entah apa itu
Syair yang kau ucapkan mengukir terbitnya rupa pada pagi ketika reda

Menuju kepada getar yang ada dan sangatlah

Dalam beberapa hari yang kau hitung sudah seminggu ini kelas tak kau masuki meskipun kau tahu kadang tak ada jalan pulang disediakan

Semisal jiwa yang terkumpul dan kau ingat wajah yang menegurmu tak kau tolak bahkan dalam dongengan itu rupanya kau kenali rasa sakitnya

Pergilah sebentar agar kau tahu bahwa tak ada celaka yang bersembunyi di balik-balik dinding

Kau hapalkan jalan agar kau tak merasa sendiri
Kemudian pergi menjemput kemana arah suara menyahut

Kau ada di antara keramaian

Tidak ada komentar:

Posting Komentar