Harunya biru seputih asap terbit dari unggunan entah apa itu
Syair yang kau ucapkan mengukir terbitnya rupa pada pagi ketika reda
Menuju kepada getar yang ada dan sangatlah
Dalam beberapa hari yang kau hitung sudah seminggu ini kelas tak kau masuki meskipun kau tahu kadang tak ada jalan pulang disediakan
Semisal jiwa yang terkumpul dan kau ingat wajah yang menegurmu tak kau tolak bahkan dalam dongengan itu rupanya kau kenali rasa sakitnya
Pergilah sebentar agar kau tahu bahwa tak ada celaka yang bersembunyi di balik-balik dinding
Kau hapalkan jalan agar kau tak merasa sendiri
Kemudian pergi menjemput kemana arah suara menyahut
Kau ada di antara keramaian
Tidak ada komentar:
Posting Komentar