Berjalan lamban dan menemukan
Seonggok timbunan dengan tiang memancang
Seperti kuburan
Bergelut bersama arti namun hidup tak punya tombol untuk berhenti
Berikut seperti menunggu waktu yang pas dan memecah keheningan dengan rima
Selagi menunggu
Baik kita masih diberi waktu
Dan tujuan berjalan kian dekat
Kita menantang untuk bersiap
Menemui kawan atau lawan
Yang setiap hari datang bergiliran
Masuk dan keluar
Silih berganti
Selamanya adalah waktu yang lama
Dihitung dalam kenangan
Yang kita petik seperti keriangan yang kita ganti bersama dengan tenaga dan biaya
Tak perlu mahal yang penting bergembira
Setelah itu bersikaplah seolah kau telah melalui semuanya
Dan semoga diri yang tak pernah lelah mencoba dan terus berupaya seakan kita telah pernah meminta untuk mempunyai hidup yang mesti kita jalani
Tidak ada komentar:
Posting Komentar