Asmara mendua pada ujung gang kosong ke rumah mu aku bercermin kau bermain tapi entahlah selalu saja setelah cinta banyak yang bisa dituliskan atau jalan menuju nya
Yang basah oleh air mata dan kadang amis juga oleh darah
Setelah berbasa basi kau lebih memilih pergi terutama menyelamatkan jiwa mu dari cinta yang tak main main
Membakar kadang juga begitu aku tak akan betah jika kulihat kau dari ujung gang ini meraih telpon dan sementara aku menunggu waktu mengantarkan pulang
Ke alamat lain lagi
Begitulah kita sangat mudah untuk menyerah kata kata setelah cinta tak boleh di biarkan
Mestinya begitu aku pun benci untuk menelaah aku gegabah selain cinta aku tak mau katanya
Datanglah jika memang sudah waktunya jadi aku tak perlu menunggu
Setiap jam ku ketuk pintu yang menutup dan di balik nya aku tak mau mengira sebab lama telah membawa ku sampai pada kesimpulan
Bahwa ia rupa nya cinta tak memiliki pintu untuk dimasuki dan setiap yang memilih untuk menetap bangunlah kebaikan di setiap ruas altarnya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar