Kamis, 21 Maret 2019

Senja, hujan, gadis,

Hijau daun turun kita melihat semut menukik di atas nya menggapai gapai kepada batang pohon yang tumbuh diantara kaca dan bata yang bernomor di sepanjang jalan aku bertemu harimau tua yang meraung raung mencabik cabik membakar jiwa ku
Aku telah berhasil menjadi seorang yang gagal ya gagal bersembunyi dari takdir
Tak mungkin ia seorang saja
Lalu aku sengaja sendirian dan kami berhadapan kemudian tanya itu terjawab sudah
Untuk apa semua
Kami diam
Semua melebur dalam sore yang indah secangkir kopi dan aroma ketiak mahasiswi
Kami berada diantara maut yang menepi
Menekan mendesak
Tak mudah untuk membiarkan ketika itu
Jelas terdengar oleh ku makan lah ini memang mangsa mu pak tua

Tidak ada komentar:

Posting Komentar