Aku belum selesai mengaisi kenangan demi kenangan
Satu persatu berangkat menuju pulang
Sedang ia menunggu ku di depan
Dan apa saja yang membekas tertinggal dalam bangku yang kosong
Waktu adalah memburam
Demikian juga palung nan menjagai ku dari bala demi bala
Kuisi terus dengan doa
Kita sebelumnya dilarang bertanya
Tapi sebelum kau pulang boleh sampaikan pesan
Tentang menjadi sejati dalam romansa yang patah meskipun gairahnya suri
Tidak ada komentar:
Posting Komentar